Reverse Osmosis (RO)

Mengenal Intrusi Air Laut

Gejala air asin yang masuk ke wilayah perairan daratan sudah selayaknya mendapat perhatian segera karena hal itu mempengaruhi pasokan air tanah dari banyak lokasi termasuk daerah yang memiliki konsentrasi pariwisata di seluruh Bali termasuk, Denpasar Selatan, Badung Selatan, Gilimanuk, Negara Selatan, dan Singaraja Utara. Sayangnya, pertumbuhan industri pariwisata yang pesat dan tidak terbatas telah menyebabkan peningkatan penggunaan pasokan air tanah dan telah menyebabkan intrusi air asin di banyak perairan air tawar di daerah pesisir. Ekstraksi air menurunkan tingkat air tanah segar, mengurangi tekanan airnya dan membiarkan air asin mengalir lebih jauh ke daratan. Karena intrusi air asin secara langsung berhubungan dengan tingkat pengisian air tanah, hal itu telah berkontribusi terhadap perambahan air laut ke dalam akuifer air tawar. Dengan air yang sudah menjadi komoditas panas, solusi yang jelas adalah mengeluarkan garam dari air. Teknologi Reverse Osmosis saat ini banyak digunakan untuk mengatasi masalah air garam ini.

 

Sistem Starfish Reverse Osmosis (RO)

Starfish Reverse Osmosis bergantung pada teknologi membran. Membran Reverse Osmosis ini memiliki ukuran pori-pori 1 Angstrom (1 / 10.000 mikron) sehingga dapat secara efektif menyaring mineral atau garam yang ada di air. Karena pori-pori membran sangat kecil, hanya air murni yang bisa menembus pori-pori membran sementara mineral berat disaring saat konsentrat diambil bersamaan. Untuk alasan ini, Starfish Reverse Osmosis didukung oleh filter Starfish media untuk menghilangkan padatan tersuspensi, mikroorganisme, zat besi, mangan, kalsium, silika dan kontaminan organik dari air baku sebelum memasuki pompa bertekanan tinggi dan membran Reverse Osmosis. Pompa bertekanan tinggi memasok gaya yang dibutuhkan untuk menggerakkan air umpan melalui membran Reverse Osmosis yang menghasilkan air minum yang 99,2% bebas dari garam, mineral, dan ion lainnya.